Ikatan Kimia


Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang berperan dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum.

Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat.

(Sumber: Wikipedia)


[Klik gambar untuk mengunduh materi kuliahnya]

Kuliah #1

Pada umumnya zat padat berbentuk kristal. Ditinjau dari jenis bahan, maka penggolongan zat padat adalah logam, polimer dan keramik. Logam dapat murni, dapat pula berupa campuran yang dikenal dengan nama paduan (alloy). Suatu kristal dapat digambarkan sebagai pola berdimensi tiga yang strukturnya berulang. Polanya dapat berupa atom atau molekul, dapat pula ion-ion. Bagian terkecil dari kristal adalah sel satuan. Kumpulan dari sel satuan yang teratur membentuk kisi kristal.

Kuliah #2

Struktur kristal dapat dipelajari dengan difraksi sinar-X. Bila berkas elektron menjatuhi suatu kristal, maka sinar-X yang terbentuk akan dihamburkan. Menurut Bragg, untuk kumpulan bidang (h k l), maka berkas radiasi monokromatik yang didifraksi hanya berlangsung pada sudut tertentu (θ) yang ditentukan oleh panjang gelombang (λ) sinar-X dan jarak antara bidang-bidang (d) yang berdekatan. 

Kuliah #3

Jarak antara bidang dapat diperoleh dari pengukuran difraksi sinar-X. Jarak ini sangat penting karena menentukan sistem kristal. Bila berkas elektron menjatuhi suatu kristal, maka sinar-X yang terbentuk akan dihamburkan.